Homecare GC

Kilas Balik Ditetapkannya Hari Tuberkulosis Dunia

Tuberkulosis atau yang lebih sering disingkat TBC merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang organ paru-paru. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis ini memiliki gejala awal batuk selama 3 minggu dan diikuti oleh pengeluaran darah. Penyakit yang sangat mengkhawatirkan tersebut ternyata banyak ditemukan di dunia hingga kemudian ditetapkan 24 Maret sebagai hari Tuberkulosis dunia.

Penyakit TBC ternyata juga bisa merambah ke beberapa organ lain seperti halnya usus, tulang hingga berbagai kelenjar lain. Sedangkan penularannya bisa melalui percikan ludah saat orang batuk hingga berbicara.

Beberapa kasus bisa diatasi dengan melakukan pengobatan dalam waktu yang lama. Akan tetapi, jika kondisi ini dibiarkan, maka penyakit ini kemungkinan besar bisa menyebabkan terjadinya kematian.

Selain itu pengobatan juga harus rutin dan teratur. Jika pengobatan tidak rutin maka harus mengulang dari tahap awal lagi. Jadi memang harus benar-benar diperhatikan jika Anda memang benar-benar sembuh dan terbebas dari penyakit satu ini.

Lantas, bagaimana dengan peringatan 24 Maret?

Perlu dipahami bersama bahwasannya penyakit tuberkulosis ini tidak lepas dari adanya sejarah yang sempat terjadi pada 138 tahun silam. Tanpa mengesampingkan penetapan 24 Maret sebagai hari Tuberkulosis dunia, seorang berkebangsaan Jerman, Dr Robert Koch mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menemukan penyebab dari penyakit tuberkulosis.

Kegigihannya dalam melakukan penelitian tersebut tidak lain karena wabah penyakit tersebut menyerang wilayah Amerika dan Eropa hingga menyebabkan adanya kematian dengan rasio 1 dari 7 orang.

Mula-mula penyakit tuberkulosis dianggap sebagai penyakit bawaan. Namun demikian, Robert Koch yang saat itu menjadi penasihat pemerintah yang ada di Departemen Kesehatan, Berlin memiliki ketertarikan untuk menemukan asal mula dari penyakit tuberkulosis itu sendiri. Dirinya meyakini jika permasalahan tersebut pada dasarnya disebabkan oleh suatu bakteri yang sifatnya menular.

Tindakan itu dilakukan jauh hari sebelum penetapan 24 Maret sebagai hari Tuberkulosis dunia. Melalui serangkaian penelitian yang sangat panjang, maka Robert Knoch berhasil menarik kesimpulan bahwasannya penyakit tuberkulosis ini disebabkan oleh suatu bakteri yang selanjutnya dikenal dengan Mycrobacterium tuberculosis.

Penemuan pertama yang dilakukan pada tahun 1882 ini membuat dirinya sukses dalam meraih nobel Fisiologi serta Kedokteran di tahun 1905. Tentu saja semua itu dicapai sebelum ada hari Tuberkulosis dunia.

Pada masa itu juga Robert Koch juga melakukan berbagai studi terkait dengan keberadaan penyakit tropis. Dalam penelitiannya tersebut, Robert juga dinobatkan sebagai pemenang serta mendapatkan medali bintang sebagai tanda jasa Orde Prusia Pour le Merite tahun 1906.

Melalui adanya serangkaian penemuan yang dilakukan oleh Robert Koch, dunia kedokteran mengalami perkembangan sangat pesat hingga pada akhirnya berbagai pihak melakukan analisis sekaligus diagnose dalam menyembuhkan gangguan kesehatan yang satu ini. Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Robert Koch dalam dunia kedokteran, tidak mengherankan jika ada suatu hari Tuberkulosis dunia.

Lantas, kegiatan apa saja yang dilakukan dalam peringatan 24 Maret sebagai hari Tuberkulosis dunia?

Merujuk pada rekomendasi WHO terkait dengan peringatan 24 Maret sebagai hari Tuberkulosis dunia ada beberapa kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh masyarakat dunia. Kegiatan tersebut diharapkan nantinya akan memberikan dampak positif atas penurunan kasus tuberkulosis dunia. Berikut ini beberapa kegiatan yang dimaksud.

  1. Mengadakan sosialisasi

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menekan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tuberkulosis adalah dengan mengadakan sosilasisai yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Melalui pemberian edukasi yang dilaksanakan pada hari Tuberkulosis dunia, maka kesadaran masyarakat akan semakin meningkat hingga angka kematian bisa ditekan semaksimal mungkin.

  • Memanfaatkan media online untuk kegiatan kampanye

Cara lain yang bisa dilakukan dalam peringatan hari Tuberkulosis dunia adalah dengan melakukan kampanye secara online mengingat banyaknya pengguna sosial media. Dalam hal ini, seseorang bisa membuat berbagai banner terkait bahaya tuberkulosis dan dishare di berbagai akun sosial media untuk mempromosikan aksi pencegahan penularan penyakit ini.

  • Berikan semangat kepada mereka yang sedang sakit

Tidak ketinggalan pula, bagi masyarakat yang saat ini sedang mengalami masalah tuberkulosis, akan lebih baik juga diberikan dukungan yang nantinya akan membantu dalam proses penyembuhan. Dukungan tersebut bisa dilakukan dengan memberikan kata-kata penyemangat dan diposting di berbagai akun sosial media.

Peringatan hari Tuberkulosis dunia bisa dilakukan dengan berbagai cara sebagai bentuk usaha dalam menurunkan resiko penyakit tuberkulosis yang sering dianggap sebagai penyebab kematian masyarakat dunia. Anggapan ini tentunya tidak lepas dari sejarah panjang dan kelam di saat Eropa dan Amerika terserang wabah tuberkulosis hingga berkat penelitian yang dilakukan Robert Koch.

Dengan demikian, penyakit ini bisa diatasi secara perlahan selama ada kerjasama dari pihak kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran atas pencegahan penularan penyakit ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top