Homecare GC

Pencegahan amputasi pada penderita diabetes

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. Kondisi ini membuat pengidapnya sering merasa haus, sering buang air kecil, cepat lapar, lemas, penurunan berat badan dan masa otot, penglihatan kabur, serta luka yang sulit sembuh sehingga sering mengalami infeksi. Jika dibiarkan terus menerus tanpa adanya penanganan, diabetes dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti amputasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan pencehan amputasi pada penderita diabetes.

Diabetes tidak Terkontrol Menyebabkan Amputasi

Amputasi merupakan komplikasi utama dari penyakit diabetes. Meski demikian, kondisi tersebut dapat dicegah dengan penanganan yang tepat. Lantas, mengapa amputasi pada penderita diabetes bisa terjadi?

Perlu diketahui bahwa diabetes berpotensi mengalami penyakit arteri perifer (PAD) dalam waktu yang sama. PAD sendiri menyebabkan terjadinya penyempitan arteri yang membawa darah ke kaki. Hal inilah yang menyebabkan penderita diabetes rentan memiliki bisul, luka terbuka, dan beragam infeksi lainnya. Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes juga dapat merusak saraf dan pembuluh darah dalam tubuh, termasuk yang berada pada kaki.

Jika terjadi kerusakan saraf, maka pengidap diabetes tidak dapat merasakan nyeri maupun gejala lain yang timbul akibat luka atau infeksi. Jika tidak segera diobati, kondisi ini meningkatkan risiko kematian jaringan atau gangrene, sehingga perlu dilakukan amputasi pada jaringan yang terinfeksi.

Faktor Pemicu Amputasi pada Penderita Diabetes

Luka tidak kunjung sembuh

Penyebab utama amputasi pada penderita diabetes adalah luka yang tidak kunjung sembuh. Hal ini terjadi kaena kurang optimalnya sirkulasi darah ke kaki, sehingga membuat luka berubah menjadi bisul dan tidak bisa sembuh.

Kulit kering

Penderita diabetes kerap memiliki kulit yang lebih kering, bahkan sangat mudah pecah-pecah atau terluka, sehingga menjadi sarang kuman. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan luka dan infeksi yang berujung pada amputasi.

 Mata ikan

Mata ikan terjadi akibata adanya kelainan pada fungsi saraf (neuropati). Jika dibiarkan tanpa pengobatan, mata ikan bisa berkembang menjadi borok dan sulit untuk disembuhkan.

Mencegah Amputasi pada Penderita Diabetes

Amputasi pada penderita diabetes dapat di cegah dengan beberapa cara berikut :

Mengontrol gula darah

Mengontrol gula menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah komplikasi pada penderita diabetes, termasuk amputasi. Oleh karena itu, pantau gula darah setiap hari dan pastikan gula darah tetap stabil dengan mengelola makanan yang dikonsumsi dan rutin konsumsi obat yang diresepkan dokter.

Konsumsi makanan sehat

Mencegah amputasi pada penderita diabetes juga dpat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Pastikan untuk memasukkan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dalam makanan harian penderita diabetes. Bilan perlu, gunakan layanan Konsultasi Gizi dari Home Care Green Care.

Olahraga teratur

Olahraga ringan merupakan salah satu cara menjaga kadar gula dalam darah agar tetap stabil. Oleh karena itu, penderita diabetes disarankan untuk olahraga dengan frekuensi ringan-sedang setidaknya 30 menit dalam sehari.

Periksa kaki secara rutin

Hal yang terpenting untuk mencegah amputasi pada penderita diabetes adalah dengan memeriksa kaki secara rutin. Jika terdapat perubahan atau hilangnya kemampuan merasa pada kaki segera kunjungi dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Kini, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kaki atau perawatan luka diabetes di rumah dengan layanan Perawatan Luka & Diabetik Foot Spa dari Home Care Green Care. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot pergi ke rumah sakit lagi untuk melakukan pemeriksaan.

Untuk mendapatkan layanan Perawatan Luka Diabetes & Diabetik Foot Spa dari Home Care Green Care Hubungi Care Center melalui panggilan telepon di 022 756 3115 atau Whatsapp di 0821 1885 1344 Kami akan mempersiapkan layanan dan profil wound care terbaik kami sesuai dengan kebutuhan pasien.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top